Deskripsi Masalah
Perkembangan teknologi komunikasi seperti WhatsApp, Messenger, dan media chatting lainnya telah mengubah cara manusia berinteraksi, termasuk dalam menyampaikan salam.
Dalam ajaran Islam, mengucapkan salam merupakan sunnah, sedangkan menjawab salam adalah wajib. Permasalahan muncul ketika salam tersebut tidak disampaikan secara langsung (lisan), melainkan melalui tulisan atau pesan digital.

Pertanyaan:
Apakah salam yang disampaikan melalui media chatting (seperti WhatsApp, Messenger, dan lainnya) tetap wajib untuk dijawab?

Jawaban:
Salam yang disampaikan melalui media chatting tetap wajib untuk dijawab.
Hal ini karena salam yang disampaikan melalui tulisan, surat, atau perantara memiliki kedudukan yang sama dengan salam yang disampaikan secara langsung (lisan). Oleh karena itu, ketika seseorang menerima pesan berisi salam dan telah membacanya, maka ia wajib segera menjawabnya.
Adapun cara menjawabnya tidak harus melalui tulisan juga, tetapi boleh dengan ucapan langsung (باللفظ), meskipun lebih utama menyesuaikan dengan media yang digunakan (misalnya dibalas melalui chat).
Kewajiban menjawab ini berlaku segera (fauran) setelah salam tersebut sampai dan dibaca, selama tidak ada uzur.

Referensi Jawaban:

Ust. Muhammad Sueb Fattah
السَّلاَمُ بِوَاسِطَةِ الرَّسُول أَوِ الْكِتَابِ كَالسَّلاَمِ مُشَافَهَةً، فَقَدْ ذَكَرَ النَّوَوِيُّ فِي كِتَابِهِ الأَْذْكَارِ عَنْ أَبِي سَعْدٍ الْمُتَوَلِّي وَغَيْرِهِ فِيمَا إِذَا نَادَى إِنْسَانٌ إِنْسَانًا مِنْ خَلْفِ سِتْرٍ أَوْ حَائِطٍ فَقَال: السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا فُلاَنُ، أَوْ كَتَبَ كِتَابًا فِيهِ: السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا فُلاَنُ، أَوِ: السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ، أَوْ: أَرْسَل رَسُولاً وَقَال: سَلِّمْ عَلَى فُلاَنٍ، فَبَلَغَهُ الْكِتَابُ أَوِ الرَّسُول وَجَبَ عَلَيْهِ أَنْ يَرُدَّ السَّلاَمَ. صَرَّحَ بِذَلِكَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ، قَال النَّوَوِيُّ: قَال أَصْحَابُنَا: وَهَذَا الرَّدُّ وَاجِبٌ عَلَى الْفَوْرِ، وَكَذَا لَوْ بَلَغَهُ سَلاَمٌ فِي وَرَقَةٍ مِنْ غَائِبٍ وَجَبَ عَلَيْهِ أَنْ يَرُدَّ السَّلاَمَ بِاللَّفْظِ عَلَى الْفَوْرِ إِذَا قَرَأَهُ
وَقَدْ وَرَدَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قَالَتْ: قَال لِي رَسُول اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هَذَا جِبْرِيل يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ، قَالَتْ: قُلْتُ: وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ (١). وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَرُدَّ عَلَى الْمُبَلِّغِ أَيْضًا بِأَنْ يَقُول: وَعَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ (٢

مجموعة من المؤلفين، الموسوعة الفقهية الكويتية، ١٦٠/٢٥



Moh. Nashrullah Latif
وهذا الرد واجب على الفور وكذا لو بلغة سلام ورقة من غائب وجب عليه أن يرد السلام باللفظ على الفور اذا قرأه
اﻷذكر للنووى ص ٢٢٠

أذا بلغه سلامٌ من غائبٍ وجبَ عليهِ الردُ على الفور
١٢٤٤ - إذا بعث إنسانٌ مع إنسانٍ سلاماً، فقال الرسولُ: فلانٌ يسلّم عليك، فقد قدَّمنا أنه يجب عليه أن يردّ على الفور، ويستحبّ أن يردّ على المبلغِ أيضاً، فيقولُ: وعليك وعليه السلام
النووي، الأذكار للنووي ط ابن حزم، صفحة ٤١٠

0 komentar:

Posting Komentar

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Salam Secangkir Kopi

Rumusan ini merupakan hasil belajar bersama di grup "Munadharah Kitab Kuning" yang dibentuk di media chating. Dengan terbatasnya ruang, waktu dan fasilitas yang kurang maksimal, maka semua anggota grup sepakat bahwa rumusan ini bukanlah jawaban akhir, melainkan hanya sebagai wadah bahan pertimbangan dalam memahami norma hukum islam.

Popular Posts